Halus Dan Merekat, Ternyata Ini Fungsi Pasir Pasang Untuk Bangunan Anda

Pasir merupakan material yang tidak bisa dihilangkan dalam proses pembangunan, perannya sangat penting sekali bagi proses pembangunan. Pasir merupakan butiran agrergat yang terbentuk dari silikon dioksida dan batuan kapur. Pasir berperan sebagai perekat semen dan menjadi bahan dasar dalam membuat batako dan batu bata.

pasir pasang

Tidak sembarang pasir dapat digunakan untuk proses pembangunan, di Indonesia sendiri ada standar nasional yang diterapkan untuk pasir yang layak diikutkan dalam proses pembangunan.

Standar tersebut antara lain:

  1. Agregat dari pasir halus sebaiknya mengandung butiran yang bertekstur tajam dan keras. Angka kekerasannya adalah <2.2
  2. Jika pasir dicampurkan dengan natrium sulfat, maksimal kerusakannya sebesar 12%
  3. Jika pasir dicampurkan dengan magnesium sulfat, maksimal kerusakannya sebesar 10%
  4. Pasir tidak boleh mengandung lumpul lebih dari 5%
  5. Jika dalam pasir terkandung lebih dari 5% agregat, maka harus dicuci terlebih dahulu
  6. Pasir tidak boleh mengandung terlalu banyak bahan organis. Sebelum distribusi, pasir harus melewati pengujian warna Abrans-Harder menggunakan larutan uji NaOH 3%
  7. Untuk jenis pasir butir besar, setidaknya harus memiliki struktur kehalusan modulus sebesar 1,5 hingga 3,8
  8. Pasir harus bereaksi sebagai alkali negatif untuk mempertahankan beton agar memiliki tingkat keawetan yang tinggi
  9. Pasir yang berasal dari laut tidak diizinkan untuk digunakan menjadi agregat halus untuk beton bermutu kecuali ada panduan tertentu dari lembaga yang valid.
  10. Pasir halus yang digunakan untuk plesteran serta spesi terapan harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan.

Pasir yang digunakan untuk membuat suatu bangunan terdapat banyak jenisnya. Salah satunya adalah pasir pasang.

Karakteristik dan Fungsi Pasir Pasang

Karakteristik dan Fungsi Pasir Pasang

Jika Anda memegang jenis pasir ini, teksurnya lebih halus dibandingkan dengan jenis pasir lain seperti pasir beton. Pasir ini memiliki tingkat kehalusan yang tinggi, agegat yang kecil dan elemen yang lebih padat. Selain itu ketika Anda menggenggam pasir jenis ini kemudian melepaskannya lagi, pasir ini tidak akan kembali buyar ke bentuk semula, pasir ini akan tetap menggumpal.

Karena karakter pasir yang menggumpal ini, maka fungsi pasir ini cocok dipadukan dengan pasir beton untuk membuat pondasi yang lebih rekat dan kuat serta dapat membuat hasil akhir plesteran lebih rata dan rapi karena butirannya yang halus.

Pasir pasang terbagi ke dalam dua jenis berdasarkan lokasi penambangan, yaitu pasir gunung dan pasir kali atau sungai.

1. Pasir gunung: pasir ini berasal dari galian gunung yang memiliki tekstur kasar tapi tidak terlalu keras. Pasir gunung mengandung prozollan yaitu yang ketika dicampur dengan kapur padam dan air akan terbentuk suatu masa yang keras dan sukar dihancurkan.

2. Pasir kali: pasir ini ditambang dari sungai sebagai hasil bentukan dari kikisan batuan yang tajam dan keras. Pasir ini memiliki butiran yang sangat proposional yaitu 0,063 mm hingga 5 mm sehingga sangat cocok untuk pekerjaan jenis pasangan.

Pasir kali menjadi pasir yang paling terkenal dibanding pasir gunung karena kekuatannya yang berasal dari bahan dasar batuan tajam. Selain itu pasir ini memiliki harga lebih murah dibanding pasir gunung dan pasir jenis lainnya. Pasir ini akan didapatkan dengan kualitas yang lebih tinggi jika pasir tersebut ditambang saat musim hujan, karena pasir tersebut cenderung bersih. Hanya saja harganya lebih tinggi dibanding pasir yang ditambang di musim kemarau.

Dengan adanya poin lebih pada pasir sungai, maka Anda dapat menggunakan pasir sungai sebagai andalan proses pembangunan Anda.