Tips Menggunakan Lampu Neon Agar Awet dan Tahan Lama

Dalam sebuah rumah tangga, lampu adalah kebutuhan penting yang harus ada. Ya, siapa sih yang mau hidup dalam gelap gulita tanpa penerangan kan? lampu sudah tak bisa dipungkiri karena manfaatnya sebagai sumber cahaya yang membuat kita menyelesaikan pekerjaan setiap hari. Jika bola lampu tidak ada, kita tentu akan mengalami kesusahan mencari sumber cahaya pengganti lain. Nah, yang akan kita bahas kali ini adalah lampu neon. Lampu ini cukup banyak digemari karena cahayanya yang terang dan stabil. Nah, kamu bisa loh membuat lampu neon lebih hemat dan tahan lama. Caranya? Simak dalam ulasan berikut ini ya!

Gunakan Lampu Sesuai dengan Tegangan

Lampu Sesuai dengan Tegangan

Nah, untuk membuat lampu lebih awet, kamu harus menggunakannya sesuai dengan arus dan tegangan yang sudah tertera pada lampu tersebut. Jika lampu itu dinyalakan dengan tegangan yang jauh lebih besar, dapat dipastikan ia tidak akan awet. Hal penting lain yang harus kamu perhatian yaitu tegangan di rumah yang tak selalu stabil (220 volt) karena listrik yang bersumber dari PLN hanya berupa faktor tegangan yang dikali arus (VxI). Untuk itu, pastikan tegangan listrik kamu 220 volt, bisa kamu ukur dengan voltmeter. Tetapi bila tidak sesuai, kamu bisa memasang arde pada instalasi listrik yang sudah disambungkan pada kabel negatif/nol pada instalasi itu. Lalu, jangan gunakan jika meterannya berbentuk digital alias prabayar karena pemakaian bisa menjadi boros.

Lubangi Casing Lampu Agar Dapat Mengusir Panas Berlebih Pada Lampu

Lubangi Casing Lampu

Cara yang kedua sangat simple, tak perlu menggunakan bantuan jasa instalasi listrik, kamu bisa melakukannya sendiri di rumah. Kamu perlu melubangi casing lampu neon tersebut. Hasilnya nanti, lampu bisa bertahan selama kurang lebih 8000 jam hingga 9000 jam. Lalu apa sih manfaat membuat lubang pada casing itu? Nah, lubang yang ada pada lampu neon bisa mengusir panas berlebih sehingga jumlah panas yang ada pada komponen dalam lampu akan terbuang, sebaliknya udara dingin yang akan  masuk menggantikan panas. Pertukaran panas dan dingin inilah yang pada akhirnya bisa membuat lampu punya umur panjang, bahkan mungkin lebih dari 8000 hingga 9000 jam.

Lakukan Cek Rutin Alat Elektronik Lain dan Kabel

Lampu berkaitan dengan alat elektronik lain. Jagalah tegangan listrik di rumah agar selalu stabil. Caranya, kamu harus rutin melakukan cek dengan alat voltase meter. Jika saat setelah dicek dan listrik kamu tak stabil dalam voltase meter, maka kamu bisa mengatasinya dengan memasang arde di instalasi listrik yang ada. Selain itu, pengecekan lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan cara menyalakan televisi. Bila saat TV menyala lampu berkedip pasti ada sesuatu yang salah dengan listrik kamu. Selanjutnya, cobalah untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh sambungan kabel listrik. Jika ada yang kendor, maka harus secepatnya kamu kencangkan kembali dengan cara pemberian lakban. Cek juga ukuran kabel dan sesuaikan dengan daya yang ada.

Baca juga: Muncul Keretakan Padahal Baru Dibangun? Ketahui Penyebab Tembok Retak Disini!

Gunakan Lampu Seperlunya

Lampu

Nah, yang terakhir adalah penggunaan lampu. Menggunakan lampu neon seperlunya juga membantu lampu punya umur yang lebih panjang. Menghemat di sini adalah dengan cara mematikan lampu saat sudah tak lagi diperlukan. Siang hari misalnya, kamu bisa mematikan lampu dan kembali menghidupkannya saat sudah gelap (menjelang malam).

Membuat lampu tahan lama itu hal yang mudah. Tapi, kamu memang harus telaten dan terus melakukan pengecekan sih. kalau misal ada hal yang tak kamu pahami, kamu bisa meminta bantuan jasa instalasi listrik, di mana memang paham dengan dunia kelistrikan.

No Comments

Mau Jadi Kontraktor ME? Jurusan Kuliah Berikut Bisa Bantu Mewujudkannya!

Menentukan jurusan kuliah kadang membuat beberapa orang kebingungan. Selain banyaknya jurusan yang bertebaran di masyarakat, prospek kerja setelah lulus pun biasanya menjadi pertimbangan. Namun, Anda bisa dengan mudah menentukan jurusan jika sudah jelas ingin bergelut ke bidang apa. Misalnya saja jika Anda berencana menjadi kontraktor mekanikal elektrikal, maka jurusan kuliah ini bisa dijadikan pilihan tepat!

Apa itu Kontraktor ME?

Sebelum beranjak pada jurusan kuliah yang cocok untuk menjadikan Anda sebagai kontraktor ME, sebetulnya apa sih kontraktor ME tersebut? Tidak jauh berbeda dengan kontraktor pada umumnya, di mana pihaknya mempunyai tugas dalam merancang dan merealisasikan proses pembangunan, baik gedung atau bahkan hunian. Bedanya, kontraktor ME ini khusus untuk menangani masalah pembangunan gedung di bidang mekanikal dan elektrikal.

Dalam sebuah pembangunan, segala hal yang bersifat mekanis dan kelistrikan adalah hal yang sangat krusial. Dengan begitu, kehadiran dari kontraktor ME ini sangat diperlukan. Sebab, apa yang dikerjakan oleh kontraktor ini sangat bersifat fungsional. Di mana jika tugasnya tidak dikerjakan, gedung atau bangunan tidak bisa berfungsi dengan optimal.

Jurusan Kuliah untuk Menjadi Kontraktor ME

Setelah Anda mengetahui perihal kontraktor mekanikal elektrikal dan betapa penting perannya dalam pembangunan, lantas bagaimana agar bisa menjadi kontraktor tersebut? Mengingat perannya yang cukup penting, banyaknya masyarakat yang butuh akan jasa ini, serta prospek kerja yang menjanjikan. Tak heran, banyak masyarakat yang berlomba-lomba mendapatkan posisi ini.

Agar bisa mewujudkan keinginan untuk menjadi kontraktor ME ini, Anda bisa mulai dengan kuliah di jurusan yang tepat dan kompatibel dengan bidangnya. Jurusan apa sajakah itu?

  • Teknik Sipil

Siapa yang tidak familiar dengan jurusan kuliah Teknik Sipil? Salah satu jurusan favorit dan menjanjikan penghasilan yang tinggi ini banyak dipilih oleh kebanyakan siswa-siswa yang ingin berkuliah. Bagi Anda yang berencana untuk menjadi kontraktor ME, maka mengambil kuliah jurusan Teknik Sipil bisa jadi pilihan. Pada perkuliahan ini, Anda akan belajar bagaimana perencanaan, perancangan, hingga eksekusi pembangunan sebuah gedung.

Tak hanya itu, segala hal yang berkenaan dengan sistem mekanikal elektrikal pun turut dipelajari di jurusan ini. Anda akan belajar segala hal berkenaan dengan mekanikal, kelistrikan, teknologi bahan bangunan, struktur-struktur bangunan dan lain sebagainya. Jurusan ini terbilang jurusan “paket lengkap”. Pasalnya, Anda bisa mendapatkan segala macam pelajaran di jurusan ini khususnya yang berhubungan dengan dunia konstruksi.

  • Arsitektur

Selain Teknik Sipil, jurusan arsitektur pun sebetulnya sangat memungkinkan untuk membawa Anda menjadi seorang kontraktor ME. Hanya saja, pada jurusan ini Anda difokuskan untuk membuat perancangan gedung yang indah dengan arsitektur yang kuat dan tepat guna. Namun, seorang kontraktor pun memang erat kaitannya dengan arsitek. Di mana harus sama-sama mengerti perihal rancangan bangunan agar segala sistem mekanikal dan elektrikalnya tepat.

Baca juga: Inilah 6 Fakta Unik Tentang Lampu LED Yang Bikin Penasaran

 

Di jurusan ini pun Anda akan tetap belajar masalah mekanikal dan kelistrikan. Namun, Anda harus tetap berjuang dan belajar lebih untuk nantinya memperdalam masalah mekanikal elektrikal tersebut.

  • Teknik Listrik dan Elektro

Adapun jurusan kuliah teknik listrik atau elektro. Sesuai namanya, jurusan ini sangat erat kaitannya dengan masalah kelistrikan. Anda akan belajar lebih dalam perihal masalah–masalah listrik di jurusan ini. Untuk menjadi kontraktor ME, jurusan kuliah ini pun bisa dijadikan pilihan. Seperti yang diketahui, kontraktor ME ini memang berkaitan dengan masalah sistem kelistrikan dan mekanikal. Sehingga harus orang yang paham akan masalah tersebut untuk bisa mengeksekusinya.

Pada dasarnya, kontraktor ME ini bisa ditempuh dengan jalur atau jurusan kuliah apapun. Yang terpenting, Anda harus mempunyai skill atau kemampuan mumpuni dalam melakukan perencanaan, perancangan hingga eksekusi sistem mekanik dan elektrikal saat pembangunan gedung berlangsung. Dengan begitu, keinginan untuk menjadi kontraktor ME bisa terlaksana secara optimal.

No Comments

Macam – Macam AC Split Wall untuk Hunian dan Kantor

Harga Agen – AC (Air Conditioning) merupakan perangkat pendingin ruangan yang biasanya dipasang di rumah atau kantor. Tipenya ada banyak, yaitu ada tipe cassette, split wall, split duct, portable, central, dan standing floor. Namun, yang paling banyak digunakan untuk hunian dan ruangan kantor adalah jenis split wall. AC ini memiliki dua bagian yaitu indoor dan outdoor. Bagian outdoor diletakkan di dinding luar ruangan sedangkan bagian indoor dipasang pada dinding dalam ruangan. Berdasarkan cara kerjanya pendingin ruangan ini terbagi menjadi empat, yaitu low watt, standar, inverter, dan hybrid.

AC Split Wall Low Watt

Sesuai dengan namanya, jenis pendingin ruangan ini ramah listrik. Tarikan pertama saat AC dihidupkan tak memakan daya listrik yang terlalu tinggi. Sehingga hunian yang dayanya kecil pun tetap bisa memasang pendingin ruangan. Sayangnya, tipe low watt memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya saat dihidupkan AC tidak segera dingin, butuh waktu lama agar ruangan terasa dingin. Dari segi harga juga lebih mahal daripada jenis yang standar.

AC Split Wall Low Watt

AC Standar

Dibandingkan dengan AC low watt, AC standar memakan tarikan listrik yang cukup tinggi saat pertama kali dihidupkan. Namun, dalam hal mendinginkan ruangan tipe standar tergolong cepat. Tentu ini sangat cocok dipasang pada hunian yang berada di kota-kota besar yang suhu udara cenderung tinggi, seperti Jakarta, Surabaya, dan kota dataran rendah lainnya. Dari segi harga juga lebih murah dan kalau AC rusak, perbaikannya lebih mudah begitu pula dengan perawatannya.

Sementara itu, AC standar memiliki beberapa kekurangan seperti boros listrik apalagi jika sering dihidup matikan. Tarikan listrik saat pertama kali dihidupkan juga cukup tinggi, sehingga tak cocok untuk hunian yang daya listriknya kecil.

AC Inverter

Lebih bagus dari jenis AC standar dan low watt karena dilengkapi dengan beragam fitur menawan. Meski tarikan listrik saat pertama kali dihidupkan cukup tinggi, pendingin ruangan ini nyatanya cukup hemat listrik. Ini karena saat AC sudah dihidupkan, perangkat akan mengatur suhu ruangan dengan sendirinya. Ketika suhu ruangan sudah dingin, AC akan mempertahankan suhu tersebut, menjaganya tetap stabil, mengatir arus listrik, sehingga listrik menjadi lebih irit.

AC Inverter

Sama seperti jenis lainnya, AC inverter juga memiliki kekurangan. Dari segi harga, tipe ini lebih mahal dari AC standar dan low watt. Tarikan pertama cukup besar, sehingga tidak cocok dipasang jika hunian Anda memiliki daya listrik kecil. Meski dilengkapi fitur tambahan dan harga lebih mahal, perangkat ini tak secepat jenis standar dalam hal mendinginkan ruangan. Jadi, kalau Anda cari yang cepat dingin inverter bukanlah pilihan.

AC Hybrid

AC split hybrid merupakan inovasi terbaru dari pendingin ruangan yang tujuannya untuk menghemat penggunaan listrik. Perangkat ini juga memiliki fitur canggih yaitu pengguna bisa menentukan sendiri berapa kapasitas AC (PK) yang ingin digunakan. Sebagai contoh, hunian Anda menggunakan AC hybrid tipe 1 PK, maka Anda bisa sesuka hati menentukan PK mana yang akan digunakan, 1 PK, ¾ PK, atau yang ½ PK.

 

Baca juga: 5 Karpet lantai Ini Akan Sulap Ruangan Anda Menjadi Cantik dan Modern

 

Memilih AC tak boleh sembarangan. Tidak boleh asal murah, desain dan merek bagus, atau fitur oke, tapi Anda juga harus melihat kondisi tempat yang akan dipasangi pendingin ruangan. Perhatikan apakah ruangan sering dibuka tutup, luas ruangan, berapa orang yang ada dalam ruangan, dan daya listrik. Semuanya harus diperhatikan sebagai bahan pertimbangan pemilihan AC.

No Comments

Inilah 6 Fakta Unik Tentang Lampu LED Yang Bikin Penasaran

Lampu LED (Light Emitting Diode) merupakan salah satu inovasi dari perkembangan jenis lampu yang memiliki fungsi untuk memberikan penerangan ruangan dengan sangat baik. Jenis lampu ini memiliki banyak ragamnya, namun yang saat ini sedang tren adalah lampu LED Strip. Pada umumnya, tipe lampu yang satu ini digunakan untuk kepentingan dekorasi ruangan dengan daya listrik yang dihasilkan sekitar 12 Volt.

6 Fakta Unik Tentang Lampu LED Yang Bikin Penasaran

Mungkin Anda sering melihat lampu ini karena saat ini mudah sekali ditemui di pasaran. Lampu ini memiliki bentuk yang memanjang dan menggunakan perangkat Chip SMD LED untuk memberikan beragam warna yang menarik. Maka, tak heran jika lampu ini lebih sering ditemui sebagai bagian dari elemen dekorasi karena memang memiliki daya tarik tersendiri yang bisa membuat suatu ruangan menjadi lebih cantik dan menarik. Selain itu, Anda juga bisa menggunakannya sebagai penerangan furnitur seperti etalase untuk menciptakan nuansa yang lebih hidup karena pancaran sinar warnanya.

Fakta Unik Mengenai Lampu LED

1. Menggunakan Aliran Listrik Searah

Selama ini kita mengetahui bahwa lampu yang menyala di rumah – rumah dialiri arus listrik bolak – balik atau biasa disebut juga AC (Alternating Current). Tetapi, lain halnya dengan lampu LED strip. Jenis lampu ini terbuat dari komponen elektronik yang diaktifkan melalui aliran listri dengan arus searah atau DC (Dirrect Current). Meskipun begitu, model lampu yang satu ini tetap dapat digunakan di rumah karena memiliki perangkat yang dapat mengubah arus AC menjadi DC.

2. Tahan Banting

Pada umumnya, lampu listrik biasa memiliki penutup yang terbuat dari kaca sehingga akan mudah pecah bila terjatuh. Sementara LED penutup lampunya dibuat dari plastik sehingga relatif lebih awet dan tahan banting. Rusaknya penutup lampu yang sampai mengakibatkan pecah adalah suatu kejadian yang sangat langka dan jarang sekali ditemui. Kerusakan LED lebih sering diidentifikasi pada retaknya penutup lampu.

Baca juga: Fungsi Pasir Pasang Untuk Bangunan 

3. Tetap Berfungsi Meskipun Pecah

Jika Anda mendapatkan lampu LED strip yang retak dan bahkan pecah, jangan khawatir atau merasa dirugikan. Karena lampu ini tetap dapat berfungsi dengan baik meskipun terdapat kerusakan di bagian luarnya. Hal ini disebabkan karena LED tidak memerlukan gas untuk tetap menyala. Sementara jenis lampu yang lainnya seperti lampu neon, pijar, dan lampu hemat energi sangat mengandalkan gas yang tersimpan di dalam penutup lampu supaya dapat menyala.

4. Tidak Memerlukan Perawatan Yang Sulit

Pada dasarnya, tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan untuk menjaga LED supaya tetap awet dan tahan lama. Hanya saja Anda perlu memperhatikan aliran listrik yang digunakan untuk menghidupkan lampu ini. Supaya dapat berfungsi dalam jangka waktu yang cukup lama, gunakanlah aliran listrik yang stabil.

5. Ramah Lingkungan

Karena tidak mengandung jenis gas apapun, LED dapat dijadikan sebagai pilihan penerangan yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu kesehatan. Selain itu, lampu ini juga memiliki nilai efektivitas yang cukup tinggi sehingga setiap energi listrik yang diterimanya akan diubah menjadi cahaya. Dengan begitu, menghabiskan waktu yang cukup lama di dalam ruangan yang memanfaatkan lampu LED sebagai penerangan tidak akan membuat Anda gerah karena panasnya sinar lampu.

6. Instalasi Yang Tidak Sulit

Instalasi LED sangatlah sederhana karena dapat dipasang di berbagai bearing surface. Selain itu, lampu ini juga memiliki fisik yang lembut dan ringan. Dengan begitu, instalasi dengan menggunkan perekat dua sisi juga sangat mungkin dilakukan untuk mencapai fungsi tetap.

No Comments